Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02 Gelar Semarak Gema Takbir Idul Adha 1446 H

Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02 Gelar Semarak Gema Takbir Idul Adha 1446 H

Gumukmas, 10 Dzulhijjah 1446 H / 5 Juni 2025

"Kirab Obor dan Sholawat Bersama Warnai Malam Takbiran dengan Khidmat dan Penuh Spirit Keagamaan"

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah, Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02 menyelenggarakan kegiatan bertajuk Semarak Gema Takbir Idul Adha, yang dilaksanakan pada malam 10 Dzulhijjah. Acara ini menjadi agenda tahunan pondok dalam menyambut hari besar Islam dengan semangat syiar, spiritualitas, dan kebersamaan yang tinggi.

Pemotongan Pita Pemberangkatan Kirab Obor

    Adapun rangkaian kegiatan yang digelar meliputi Kirab Obor, Pembacaan Takbir dan Sholawat Bersama, serta Doa dan Tausiyah Kebangsaan. Acara ini diikuti oleh seluruh majlis keluarga pengasuh, santriwan-santriwati, dewan asatidz, pengurus pondok, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dengan antusias.

    Kirab obor menjadi bagian paling ikonik dalam kegiatan ini. Ratusan santri membawa obor menyala, beriringan melintasi lingkungan pondok dan sebagian wilayah sekitar, dengan iringan takbir dan sholawat yang menggema sepanjang perjalanan. Kirab ini melambangkan cahaya keimanan dan semangat pengorbanan yang menjadi ruh dari peringatan Idul Adha.

Kirab Obor

    Kegiatan ini disiapkan secara gotong royong oleh seluruh elemen pondok. “Kirab obor bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga sarana mendidik santri tentang makna pengorbanan, semangat kolektif, dan cinta kepada Rasulullah SAW,” 

    Setelah kirab, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat secara berjamaah yang dipimpin oleh Majelis Sholawat Pondok Pesantren. Lantunan sholawat menciptakan suasana syahdu, menghadirkan ketenangan hati, dan memperkuat ikatan spiritual antara santri dan Allah SWT.

Sholawat Bersama

    Tausiyah disampaikan oleh KH. M. Habibullah Khomsun Sy, yang menekankan pentingnya meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail. Beliau menyampaikan bahwa makna kurban dalam konteks kekinian harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga keikhlasan dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan sesama manusia.
“Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk konkret pembinaan karakter santri agar memiliki semangat pengorbanan, kemandirian, serta cinta terhadap syiar Islam dan Rasulullah SAW,” tegas beliau dalam tausiyahnya.

    Selain menjadi bagian dari pendidikan spiritual, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antara pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Kehadiran warga dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa Ponpes Darut Tholibin Al-Qodiri 02 terus menjadi pusat pendidikan dan dakwah yang inklusif dan terbuka.

Gema Takbir Bersama

    Semarak Gema Takbir Idul Adha di Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02 menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran spiritual, kebersamaan, dan semangat keberagamaan yang hidup dan membumi. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan semangat cinta tanah air melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini.

    Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan keberkahan bagi seluruh civitas pondok serta masyarakat sekitar. Harapannya, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Islam di masa mendatang.


Dokumentasi Kegiatan
•  Tanggal kegiatan: 10 Dzulhijjah 1446 H / 5 Juni 2025
•  Lokasi: Halaman Masjid Wali Songo Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02
•  Info selengkapnya: https://linktr.ee/alqodiri02

Komentar