![]() | |
| KH. Habibullah Khomsun Khomsun Syamsuri |
Pelaksanaan
perayaan mulid Nabi Muhammad saw di berbagai penjuru dunia sedang menjadi suatu
perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Desain dan perayaan begitu beragam
dan hal ini merupakan sebuah ekspresi cinta seorang umat kepada Nabi dan Rasul mulia
yakni Nabi Agung Muhammad saw.
Pembelajaran
cinta Rasul telah ditanamkan oleh pondok pesantren Darut-Tholibin al-Qodiri 02
Krebet-Gumukmas-Jember.Maulid Nabi yang diselenggarakan pada Senin 25 November
2019 di Gedung Aula MTs berlangsung meriah, pasalnya ketiga lembaga formal nasional
MA, SMK, dan Mts al-Qodiri 02 ikut serta memeriahkan acara Maulid Nabi Muhammad
SAW.
![]() |
| Saat lantunan Sholawat bersama pengasuh |
Sebagai
media pembelajaran bagi peserta didik semua konsep dan desain acara maulid
tersebut dipasrahkan sepenuhnya kepada santri dengan pantauan beberapa dewan guru hingga
acara terselenggara.
Dani
Ardiansyah selaku Ketua panitia menyatakan sangat bertetima kasih karena dengan
acara ini merupakan tempat kami belajar, ‘Saya ucapkan terima kasih kepada semua guru yang telah mengajari kami membuat acara
Maulid Nabi hingga acara ini terselenggra dengan maksimal”. Katanya saat
menyampaikan sambutan.
Agenda
yang telah terselenggara di setiap bulan Rabi’ul Awal ini merupakan agenda istoqomah lembaga pendidikan formal Nasional yang
didesain oleh santri-santri al-Qodiri 02 dengan pantauan dewan guru, “yang terpenting dari agenda istiqomah ini
adalah evaluasinya agar agenda ini ke
depan semakin bisa ditambah
kemeriahannya. Kata Ustad Minal Mursalin Ketua pengurus pondok pesantren
yang juga turut hadir kala itu.
Kegiatan
semacam ini sangat didukung oleh pengasuh utama pondok Pesantren Darut-Tholobin
al-Qodiri 02 KH. Habibullah Khomsun Syamsuri,. Pengasuh Pondok pesantren berharap agar acara ini dapat bisa diambil
hikmahnya sebab Rasulullah adalah Rasul yang sangat dan paling mencintai
Umatnya “kita dijadikan umat terbaik dari sekian umat terdahulu” dawuh beliau saat
memberikan tausiyah.
Lanjut
beliau dalam tausiyahnya berpesan kepada semua santri agar kelak ketika pulang
di masyarakat tetap menjadi garda depan dalam hal menyikapi dinimika kegamaan
yang sering terjadi di masyarakat “santri
ini harus bisa menjadi kebanggaan, selalu di depan ketika dibutuhkan, disuruh
mimpin tahlil, qiraah, baca sholawat, mengurus janazah ini harus bisa dan selalu siap, makanya
santri ketika ada kegiatan tahlilan di pondok jangan malas untuk mengikutinya,
kaya beliau yang disambut dengan ramah tertib para santri dengan menundukkan
kepala.
Beliau KH. Habibullah Khomsun Syamsuri
menekankan kepada semua santri untuk lebih menekankan etika, baik etika kepada
guru ataupun kepada orang tua agar supaya mendapat ilmu yang barokah dan mafaat
“sampean semua harus bisa menghargai
guru, sebab tanpa jasa guru atau ustad kalian bukanlah apa-apa, kalian juga
harus patuh kepada kedua orang tua, dan rasakan kelak apakah kalian bisa
seperti orang tua kalian mampu memondokkan anak-anak kalian kelak, karena santri yang baik adalah santri yang
bukan siapa-siapa namun ia mampu merubah keadaan menjadi siapa-siapa” pungkas
beliau yang kemudian diakhiri dengan doa sebagai pemungkas acara.



Komentar
Posting Komentar