PESAN KH. HABIBIULLAH KHAMSUN SYAMSURI : JEK PER SEPPERAN

KH. HABIBULLAH KHOMSUN SYAMSURI
Pengasuh PP. Darut-Tholibin al-Qodiri 02 Krebet-Gumukmas-Jember

   Pada saat pengasuh pondok pesantren Darut-Tholibin al-Qodiri 02 memberikan mau’idzatul hasanah di acara Maulid Nabi pada 25 November 2019 mengisahkan perjalanan hidup manusia pasca kematian dan memberikan gambaran kepada kita semua bahwa hidup itu sejatinya adalah menempuh perjalanan untuk bisa sampai kepada Allah swt.
   Beliau berkisah pada saat dunai ini hancur dan manusia dibangkitkan kembali oleh Allah di hari Mahsyar maka makhluk pertama yang dibangkitkan  oleh Allah adalah kekasihNya, manusia terbaik dan imam para Nabi yakni Nabi Muhammad saw.
  Beliau melanjutkan kisahnya “pada saat nabi Muhammad telah bangkit dari kubur atas izin Allah, lalu beliau menuju surge Allah, pada saat berada di tengah pintu malaikat bertanya kepada Nabi Muhamma “siapa engkau”, kemudian Nami Muhammad menjawab “saya Muhammad bin Abdullah”. Seketika itu pula Malaikat penjaga itu langsung membukakan  pintu untuk Nabi Agung Muhammad SAW”.
   Kita Nabi Muhammad SAW telah memasuki Surganya Allah dan bertemu dengan Allah segera Nabi bersujud kepada Allah. Dengan sikapnya sebagai seorang hamba yang seharusnya bersujud dan wajib menyembah Allah itu, lalu Allah menyambut nabi Muhammad dengan firmannya “wahai Muhammad jangan engkau sujud kepada ku karena ini di surga bukan di dunia, angkatlah kepalamu dan mintalah kepadaku niscaya aku akan kabulkan, mintalah kepada ku nisacya aku akan mendengarnya. Ketika Nabi Muhammad mengangkat kepalanya, yang diminta kepada Allah adalah Nabi Muhammad ingin bertemu dengan umatnya.
   Demikian KH. Habibullah Khomsun Syamsuri mengisahkan bagaimana kecintaan Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya, sehingga beliau menekankan kepada kita semua agar supaya kita buktikan kecintaan kita kepada rasulullah dengan mengikuti semua perintahnya dan menjauhi larangannya. “Perbanyak baca sholawat kepada  Rasulullah SAW, bahkan kita berdoa tanpa menyebut nama beliau ditolak oleh Allah, sholat kita tidak baca  sholawat di waktu tasyahhud tidak akan diterima oleh Allah”, dawuh beliau di dalam tausiyah yang disampaikan kepada semua hadirin.
   Di sela-sela keseriusan, KH. Habibullah Khomsun Syamsuri mencairkan suasana dengan bercanda bahwa seorang yang paling banyak baca sholawat kelak akan banyak istrinya di surga “makanya hidup di dunia ini jika tidak mampu untuk beristri dua cukup baca sholawat sebanyak mungkin, tak usa aseng gliseng se abiniyeh pole, settong cokop (tidak perlu menggebu-gebu untuk beristri lagi satu saja cukup)”. Kata beliau disambut tawa oleh hadirin dan seluruh dewan guru yang hadir.
   Beliau melanjutkan, ketika nabi Muhammad saw telah memanggil semua umatnya kelak, umatnya akan dimasukkan ke surga semua selama di dalam hatinya terdapat iman walau hanya sebesar biji dzarrah (sawi). Kita semua umat nabi Muhammad akan dimasukkan ke surga meskipun kita masih mampir dulu ke neraka, “mangkanah odik e dunynyah jek seneng per sepperan (makanya hidup di dunia jangan suka mampir). Kata beliau.
   Ibadah yang tekun, sholat yang rajin serta ibadah lainnya mari kita tingkatkan agar kita kelak cepat bertemu dengan Allah dan tidak mampir-mampir untuk menghadap Allah bersama nabi Muhmmad, di bawah bendera panji-panji Nabi Muhammad. Amiin Allahumma amin.

Komentar

Posting Komentar