![]() | ||||||||||||||||
| Amirudin (waka kesiswaan) dan siswa MA al-Qodiri 02 saat membuka pemilihan ketua Osim |
Pesta demokrasi merupakan suatu pesta kerakyatan yang diselenggarakan oleh setiap masyarakat Indonesia. Namun kali ini pesta demokrasi diselenggarakan oleh seluruh civitas akademisi MA Darut Tholibin al-Qodiri 2 Krebet - Gumukmas - Jember, pada hari kamis, 21 November 2019Pesta demokrasi pemilihan presiden siswa MA ini merupakan miniatur pembelajaran politik bagi siswa dan siswi Madrasah agar supaya kelak di masa depannya dapat belajar menjalankan demokrasi yang sehat dan benar. Sebagaimana dinyatakan Amirudin sebagai Wakil Kesiswaan “kita semua harus belajar bagaimana kita menjadi warga Negara yang baik, kita belajar politik dengan baik, jangan sampai kita berpolitik tapi dengan menggunakan money politik, atau politik apa yang tidak sehat, katamya saat memberikan pengarahan kepada segenap siswa yang hadir.
![]() |
| waka kesiswaan saat menunjukkan segel surat suara |
Lanjut Rudi sapaan akrab Amirudin, kita sebagai manusia yang berpendidikan harus belajar jujur diri kita sendiri terutama daqlam hal politik, makanya ini yang kami tekankan kepada siswa belajar menjadi warga demokrasi yang baik.Pada mulanya. Calon kandidat yang terdiri dari delapan kandidat pasangan calon itu, setelah melalui uji selsksi ketat akhirnya yang lolos seleksi hanya empat paslon dari kandidiat calon bakal presisden siswa yang terorganisir dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (Osim). Di antara kandidat calon yang lolos seleksi adalah paslon capres siswa dan cawapres siswa, Nomor 01 Anugrah Gym Nastiar dan Mufidatul Islamiyah, Nomor 02 St, Zahratul Jannah dan Moh. Adam Sutikno, Nomor 03 Ach. Munawir dan Qurratul Lililk Iftitah. Dan Nomor 04 Dani Ardiansyah dan Amelia Akmil Afwati. Seleksi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana komitment dari masing-masing kandidat “seleksi kita lakukan melalui test tulis, wawancara dan verifikasi ini agar kita melihat bagaimana siswa belajar komitmen., kata Rudi.
Sedangkan demisioner ketua Osim atau Presiden siswa sebelumnya, Soni Hidayat sangat senang dengan adanya calon-calon kandidat yang bersedia untuk meneruskan perjuangannya mengurus sekolah di bawah naungan lembaga tarbiyattul Islam al-Qodiri 02, “iya senang saya melihat adanya reorganmisasi dalam sebuah kepengurusan, apa lagi kita belajar menggadakan agenda yang sedemian tertata dengan rapi, ini adalah pembelajaran kita sejak dini, kata siswa yang sekaligus pengurus pondok itu, Keberadaan Osim merupakan kepanjangan tangan dari pimpinan lembaga formal sekolah untuk mengurus siswa dan siswa dalam disiplin belajar, disiplin mengikuti program-program serta aturan yang telah ditetapkan di Lembaga pendidikan formal MA, “khususnya sebagai santri kita juga menjunjung tinggi peraturan yang ditetapkan pesanteren, dan ta’dzim kepada kiai”. Pungkas siswa asal Krebet itu.



Komentar
Posting Komentar