PRAKATA DARUT THOLIBIN BAROKAH AL QODIRI
Kondisi saat ini tak  dapat dinafikan, tentang diperlukannya suatu lembaga yang mampu menjaga dan mengendalikan dampak negatif dari arus globalisasi. Yang diharapkan mampu menjadi pegangan, memberi solusi dan juga memberikan pencerahan yang baik agar umat dapat terdidik, dalam artian mengetahui bagaimana sebenarnya agama Islam itu. Dengan tujuan agar mereka memiliki pondasi yang kuat guna menghadapi perkembangan masa dewasa ini, yang semakin maju tapi begitu menghawatirkan. Adapun lembaga yang dimaksud di-antaranya adalah Pesantren yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan ini.
Istilah Pesantren secara etimologi berasal dari kata santri. Dengan ditambah awalan pe dan akhiran an menjadi pesantrian (kemudian pelafalannya menjadi “Pesantren”) yang memiliki arti tempat tinggal para santri. Istilah santri sendiri ada yang mengatakan berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru ngaji.
Sementara itu Dalam kamus Bahasa Arab, Darut Tholibin memiliki makna tersendiri. Darut artinya rumah sedangkan Tholibin artinya mencari ilmu, sehingga Darut Tholibin dapat diartikan sebagai rumah pencari ilmu yang barokah dan merupakan perkara kecil tapi bertambah serta merupakan perkara yang mutlak.


Sedangkan menurut pengertian umum, Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang selalu diidentikan dengan ciri-ciri; Adanya hubungan yang akrab antara santri dan kyai, Santri taat dan patuh kepada kyainya, Para santri hidup secara mandiri dan sederhana, adanya semangat gotong royong  dan kekeluargaan, sebagai bahan pelajaran utama diajarkannya kitab - kitab klasik dan kitab - kitab kontemporer.
 Jika ditinjau dari segi fisik, istilah Pesantren tentunya sudah mempunyai ukuran baku yang tersirat dalam ke-hidupan masyarakat.  Minimalnya mempunyai sarana dasar berupa Masjid atau Langgar sebagai pusat kegiatan, rumah tempat tinggal kyai dan keluarganya, Pondok sebagai tempat tinggal para santri dan ruangan-ruangan untuk belajar. 
Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darut Tholibin tidak bisa tidak harus menyebutkan nama  KH Moch Habibullah Khomsun Syamsuri sebagai pendiri pondok pesantren yang sekarang ini bernama Pondok Pesantren Darut Tholibin Barokah Al-Qodiri (PPDTBA).

Pondok Pesantren Darut Tholibin B.A didirikan  pada tahun 1997. Tapi, jauh sebelum itu kira-kira pada tahun 1995 PPDTBA sudah ada dan beberapa santri sajadan belum resmi menjadi pesantren, hingga akhirnya Pondok tersebut diresmikan dan disyahkan oleh KH Ahmad Muzzakki Syah pada tahun 2004. Dan pada tahun 1998, Pondok tersebut diberi nama Darut Tholibin karena Darut Tholibin ini masih bernaung pada Pondok Pesantren Al-Qodiri hingga pada akhirnya pada peresmian Pondok Darut Tholibin tersebut ditambah nama oleh KH Muzakki Syah menjadi Barokah Darut Tholibin Barokah Al-Qodiri.

Komentar